![]() |
| Diduga dua kali menyenggol kendaraan Waka Polsek Airmadidi, pengemudi pickup DB 8007 QB diberi kesempatan untuk bertanggung jawab sebelum menempuh jalur hukum. (Foto istimewa) |
MINUT, JaringNews.id – Aksi seorang pengemudi pickup yang diduga melakukan manuver berbahaya di jalan raya dan tidak bertanggung jawab setelah terjadi senggolan kendaraan mendapat sorotan keras dari Waka Polsek Airmadidi, IPDA Viska Wawo.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Soekarno By Pass (SBY) belakang Minahasa Utara pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 06.00 WITA.
Saat kejadian, IPDA Viska Wawo sedang dalam perjalanan menuju Polres Minahasa Utara untuk mengikuti kegiatan olahraga bersama. Ia mengendarai Toyota Avanza Veloz bersama anaknya yang masih berusia delapan tahun.
Berdasarkan keterangannya, sebuah Suzuki Pickup putih bernomor polisi DB 8007 QB melaju dengan kecepatan tinggi dan mencoba mendahului kendaraan lain yang berada di depannya. Namun saat upaya menyalip tidak berhasil, pickup tersebut diduga mendadak berpindah jalur hingga mengenai bagian kiri depan kendaraan yang dikemudikan Viska.
Tidak terima dengan kejadian tersebut, Viska berusaha mengejar kendaraan pickup guna meminta pertanggungjawaban. Namun menurutnya, pengemudi pickup justru kembali melakukan manuver dengan kecepatan tinggi yang kembali mengenai bagian kendaraan yang sama.
“Saya berharap pengemudi pickup tersebut memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab. Sampai saat ini belum ada komunikasi ataupun upaya penyelesaian dari yang bersangkutan,” ujar Viska kepada awak media.
Ia mengaku sengaja mengikuti kendaraan tersebut untuk mengetahui arah perjalanannya. Sementara putrinya diminta merekam kendaraan pickup sebagai dokumentasi.
Setelah tiba di Polres Minahasa Utara dan memeriksa kondisi mobilnya, Viska menemukan adanya kerusakan pada bagian kiri depan kendaraan yang diduga akibat dua kali benturan dengan pickup tersebut.
"Saya berharap pengemudi atau pemilik kendaraan tersebut dapat menghubungi saya untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Apabila tidak ada itikad baik hingga batas waktu yang diberikan, maka saya akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku."
Selain meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang dialaminya, Viska juga memberikan teguran keras kepada seluruh pengguna jalan agar tidak berkendara secara arogan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.
“Jalan raya bukan milik pribadi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan karena terburu-buru lalu mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain. Apalagi jika sudah terjadi insiden, wajib bertanggung jawab dan tidak melarikan diri dari kewajiban,” tegasnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun insiden itu menjadi pengingat bahwa sikap disiplin, etika berkendara, serta rasa tanggung jawab merupakan hal yang tidak boleh diabaikan oleh setiap pengemudi.
(Red//CHENY)


