![]() |
| Polisi menyita narkotika jenis sabu dengan Berat kotor mencapai 180 gram beserta sejumlah perlengkapan yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran(foto istimewa) |
Manado, JaringNews.id – Upaya pemberantasan narkotika di wilayah Sulawesi Utara kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut berhasil mengungkap dugaan jaringan pengedar sabu di Kota Manado dengan menangkap empat pria di sebuah hotel kawasan Bahu Mall, Kecamatan Malalayang.
Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Senin malam, 18 Mei 2026 sekitar pukul 20.35 WITA. Dari operasi tersebut, polisi menyita narkotika jenis sabu dengan berat kotor mencapai 180 gram beserta sejumlah perlengkapan yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Arie Fadlani, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.
“Empat orang pria berhasil diamankan bersama barang bukti narkotika jenis sabu. Penggerebekan dilakukan di salah satu hotel di kompleks Bahu Mall,” ujar Kombes Pol Arie Fadlani.
Keempat tersangka masing-masing berinisial JR (23), DA (28), GR (28), dan AR (19), yang seluruhnya merupakan warga Kota Manado.
Polisi mengungkap, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkoba di wilayah Manado. Setelah dilakukan penyelidikan intensif, petugas akhirnya bergerak dan melakukan penangkapan.
Saat penggeledahan di kamar hotel, petugas menemukan empat paket besar diduga sabu di atas meja kamar, lengkap dengan timbangan digital, ratusan plastik klip kecil, serta alat hisap sabu.
Dari hasil pemeriksaan awal, sabu tersebut diketahui dijemput oleh JR dan DA di wilayah Tondano, Kabupaten Minahasa. Barang haram itu rencananya akan diedarkan kembali di Kota Manado setelah dipaket ulang.
Selain sabu seberat 180 gram, polisi turut mengamankan sekitar 300 plastik klip kecil, bong, gunting, korek api, isolasi coklat, sedotan plastik, dan empat unit telepon genggam milik para tersangka.
Kini seluruh tersangka telah diamankan di kantor Ditresnarkoba Polda Sulut guna menjalani pemeriksaan lanjutan serta pengembangan jaringan.
Red//R.C
